MUSLIHAT OK. Video

OK. Video telah masuk tahun ke-enam sejak penyelenggaraan pertama di tahun 2003. Perhelatan seni video ini secara konsisten telah menjadi ruang pertemuan dan pertukaran ide dan gagasan antara seniman, kurator, institusi, dan jaringan dari berbagai disiplin seni dari seluruh dunia. Dalam kurun waktu satu dekade, festival dua tahunan ini juga telah menghadirkan tema-tema kontekstual untuk melihat, mencatat, dan membaca sejauh mana kehadiran dan penggunaan teknologi media—dalam hal ini video—dan juga praktik-praktik sosial yang menyertainya, di tengah arus perubahan masyarakat global atas perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini.

Tahun ini, OK. Video mengusung tema MUSLIHAT yang mencoba melihat dan membaca praktik ‘mengakali’ teknologi dalam keseharian yang dilakukan oleh konsumen. Muslihat yang dalam bahasa Indonesia berarti “daya upaya”, “siasat atau taktik” dan “strategi” dianggap mampu mewakili fenomena praktik mengakali teknologi yang dilakukan oleh konsumen. Muslihat, dalam waktu bersamaan juga mengandung makna mistis; membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Dengan sedikit “daya upaya” dan “taktik”, sebuah produk teknologi yang diciptakan dengan bentuk dan fungsi terbatas, dapat berfungsi sesuai dengan perpanjangan hasrat kebutuhan si pengguna.

Mengakali teknologi dapat dibaca sebagai upaya menambah atau mengubah fungsi/nilai guna benda, subtitusi, menambah usia penggunaan, main-main, dan estetika. Motif-motif tersebut akan melihat, membaca, dan merefleksikan bagaimana konsumen (masyarakat) menyikapi dan mengkritisi kehadiran produk teknologi media sebagai benda produksi massal.

OK. Video Festival is celebrating its 6th anniversary since the first festival in 2003. The festival has consistently been a room for meetings and exchange of ideas between artists, curators, institutions, and multidisciplines network from around the world. In the span of a decade, this festival has also presented contextual themes to observe and record the he presence and usage of media technology―specifically video―and social practices that come along with it, in the midst of  global change on the development of information and communication technology today.

This year, “MUSLIHAT” [DECEPTION] becomes our main theme for the festival. Within this theme, OK. Video is trying to observe the practices of outsmarting the technology in daily life, especially in non-producer countries like Indonesia. Muslihat has a close relation to “tricks” or “strategy”. It is considered perfectly to represent the phenomenon that has been happening in the consumer society. In the same time, “Muslihat” has a mystical meaning; making the impossible possible. With a little “strategy” and “tactics”, a technology product that is created with limited form and function, can function well enough to meet the user or consumer’s desire.

‘Outsmarting’ the technology can be read as an attempt to add or alter the function or value of the object, to substitute, to lengthen the usage period, playing around,  aesthetics, or even against and challenging the system. Those motives can be used to see, observe, and reflect how the society address and criticize the presence of media technology products as part of mass production object.