Release

MUSLIHAT OK. VIDEO – 6th Jakarta International Video Festival Menampilkan Lebih dari 90 Karya yang Mengakali Teknologi

OK. Video Festival kembali digelar di Jakarta untuk yang keenam kalinya. Tahun ini, festival yang bertajuk MUSLIHAT OK. Video  6th Jakarta International Video Festival tersebut diselenggarakan pada 5 – 15 September 2013 di Galeri Nasional Indonesia. Tiga kurator tanah air, Irma Chantily, Julia Sarisetiati, dan Rizki Lazuardi dipilih sebagai kurator MUSLIHAT OK. Video – 6th Jakarta International Video Festival.

Total karya yang dipamerkan mencapai 91 video dan seni media yang berasal dari 29 negara, di antaranya Amerika Serikat, Argentina, Australia, Austria, Belanda, Bolivia, Brazil, Republik Ceko, China, Filipina, India, Indonesia, Inggris, Iran, Israel, Italia, Jepang, Jerman, Kolombia, Lithuania, Polandia, Prancis, Singapura, Spanyol,  Vietnam, dan masih banyak lagi. Selain hasil kurasi, terdapat 29 karya pilihan dari Open Submission. Tiga karya terbaik Open Submission akan diumumkan pada malam pembukaan MUSLIHAT OK. Video, 4 September 2013 di Galeri Nasional Indonesia.

Melalui tema Muslihat, OK. Video mencoba mengamati dan menyoroti praktik-praktik ‘mengakali’ teknologi yang banyak ditemukan di negara-negara “non-produsen” seperti Indonesia. Muslihat dalam bahasa Indonesia berarti “daya upaya”, “siasat atau taktik”, dan “strategi”. Tema ini dianggap mampu merepresentasikan fenomena praktik mengakali teknologi yang dilakukan oleh masyarakat sebagai konsumen. Muslihat juga dapat bermakna mistis; membuat sesuatu yang mustahil menjadi mungkin. Dengan sedikit “daya upaya” dan “taktik”, sebuah produk teknologi yang diciptakan dengan bentuk dan fungsi terbatas, dapat berfungsi sesuai dengan hasrat maupun kebutuhan si pengguna.

Praktik mengakali teknologi kerap disebabkan oleh dorongan berbagai motif, seperti substitusi atau untuk mencari pengganti, menambah atau mengubah fungsi atau nilai guna benda, menambah usia penggunaan, main-main, estetika, ataupun untuk sengaja menentang, menantang, dan meretas sistem. Bagaimana seseorang mengakali keterbatasan teknologi untuk tujuan
pribadi, hingga berkembang menjadi motif yang lebih besar dan mapan, adalah sebuah praktik “Muslihat”. Perkembangan teknologi media digital dalam dekade terakhir juga telah memberikan perubahan besar pada cara kita memandang realitas.

“Oleh para kurator, keenam motif tersebut digunakan sebagai pendekatan untuk membaca gagasan besar Muslihat dan untuk menyeleksi karya-karya yang dianggap merefleksikan fenomena mengakali teknologi yang terjadi di masyarakat; bagaimana masyarakat sebagai konsumen menyikapi sekaligus mengkritik kehadiran produk-produk teknologi, khususnya teknologi media dan audiovisual, sebagai benda produksi massal.” ujar Mahardika Yudha, Direktur Festival MUSLIHAT OK. Video – 6th Jakarta International Video Festival.

Tahun ini MUSLIHAT OK. Video – 6th Jakarta International Video Festival bekerjasama dengan Japan Foundation dalam sesi presentasi Media/Art Kitchen. Sebanyak 23 karya seni media dari Jepang dan Asia Tenggara turut dipamerkan di Galeri Nasional Indonesia. Ade Darmawan dan M. Sigit Budi S. dipercaya sebagai kurator Media/Art Kitchen edisi Jakarta. Setelah ini, Media/Art Kitchen akan dipamerkan di Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok.

MUSLIHAT OK. Video – 6th Jakarta International Video Festival juga memiliki serangkaian jadwal pameran dan pemutaran (Video Out) serta program publik seperti lokakarya, diskusi, dan bincang seniman, tur festival dengan Kurator yang diselenggarakan pada 5 – 25 September 2013 di galeri dan ruang-ruang alternatif di Jakarta. Presentasi spesial dari dua festival video internasional ternama, IMPAKT Festival (Belanda) dan Videobrasil (Brazil) turut ditampilkan dalam sesi Video Out kali ini.

Informasi dan jadwal lengkap program dapat diakses di situs www.okvideofestival.org.

UNDUH SIARAN PERS (Bahasa Indonesia)

MUSLIHAT OK. VIDEO – 6th Jakarta International Video Festival Showcases More Than 90 Works That Outsmart Technologies

The biennial international video festival, OK. Video, is back for the sixth time. MUSLIHAT OK. Video – 6th Jakarta International Video Festival will be held from 5 – 15 September 2013 at Galeri Nasional Indonesia. Three Indonesian curators, Irma ChantilyJulia Sarisetiati, and Rizki Lazuardi are selected to be the festival curators this year.

The festival comprises 91 videos and media arts by many artists from 29 countries such as Argentina, Australia, Austria, Bolivia, Brazil, China, Czech Republic, France, Philippines, India, Indonesia, Iran, Israel, Italy, Japan, Germany, Colombia, Lithuania, The Netherlands, Poland, Singapore, Spain,  United Kingdom, United States of America, Vietnam, and many more. In addition to curated works, there are 29 selected works from Open Submission. Three best works from Open Submission will be announced at the opening of MUSLIHAT OK. Video – 6th Jakarta International Video Festival, 4 September 2013 at Galeri Nasional Indonesia.

Through the theme Muslihat (“Deception” in English), OK. Video tries to observe and focus on the practices of “outsmarting” technologies that were found in some countries such as Indonesia. The term Muslihat in Indonesia means “effort”, “trick or tactic”, and “strategy”. This theme is considered could represent a phenomenon of outsmarting technology practices that were done by society as consumer. Muslihat also has mythical meaning, make the impossible becomes possible. With a little “effort” or “tactic”, a technology product that was created with limited form and function can be used to fulfill the user/consumer’s desire.

The practices of outsmarting technologies often caused by various impulse motives, such as substitution, to add or modify the function and value of an object, increasing the device usages, playing, aesthetic motive, or to intentionally against, challenge, and hack the system. How one outsmarts the limitations of technology for personal purposes and develop it into larger and more established motives is a practice of “Muslihat” (Deception). The development of digital media technology in this recent decades also has made major changes in the way we perceive reality.

“Those six motives were used by the curators as an approach to examine the big idea of  Muslihat and to select the works that reflected the phenomenon of outsmarting technologies in society; how society as consumer responds and criticizes the appearance of technologies, especially media and audio-visual technology, as mass-production devices,” said Mahardika Yudha, Festival Director of MUSLIHAT OK. Video – 6th Jakarta International Video Festival.

MUSLIHAT OK. Video Festival also collaborates with Japan Foundation in a presentation session of Media/Art Kitchen. Twenty three (23) media artworks from Japan and Southeast Asia will be exhibited at Galeri Nasional Indonesia. Ade Darmawan and M. Sigit Budi S. are selected to be the curators for Media/Art Kitchen Jakarta session. After this, Media/Art Kitchen will be exhibited at Kuala Lumpur, Manila, and Bangkok.

Apart from the exhibition, MUSLIHAT OK. Video Festival also has a series of fringe screening and exhibition (Video Out)schedule and public programs such as workshop, discussion, artist talk, festival tour with the curators that will be held from 5 – 25 September 2013 at various venues in Jakarta. Two presentations from the celebrated video festivals, IMPAKT Festival (The Netherlands) and Videobrasil (Brazil), will be screened as a part of Video Out this year.

For further information and schedule can be accessed through www.okvideofestival.org.

DOWNLOAD PRESS RELEASE (English)

Photo release