17000 Islands

17000 Islands

17000 Islands

Dokumenter Web Interaktif
Indonesia & Norwegia, 2014

Mantan Presiden Soeharto memiliki visi absolut untuk menyatukan Indonesia yang terdiri dari ratusan suku budaya dan bahasa, juga memperkuat rasa kesatuan dan identitas Indonesia. Maka, pada 1975 diresmikanlah Taman Mini Indonesia Indah, sebuah taman hiburan yang menyajikan  budaya dan tradisi Indonesia dalam satu ‘miniatur’ yang dianggap mewakili citra homogen dari keberagaman budaya.

17000 Islands dibuat sebagai usaha melawan propaganda nasionalis itu, sebuah platform. Di dalam platform ini pengunjung bisa merakit sebuah film, sekaligus memikirkan ulang makna persatuan yang ideal. Pengunjung situs juga dapat memilih klip dan menggunakan program editor online untuk memotong, merangkai, kemudian menciptakan sebuah film dokumenter interaktif. Karya ini memungkinkan penonton membuat visi mereka sendiri tentang Indonesia.

Secara sadar, Edwin dan Thomas memilih untuk tidak menyajikan gambar terstruktur dan memproduksi sebuah film eksperimental yang mendekonstruksi visi Soeharto. Selain itu, untuk mengkritisi makna dokumenter yang linear, mereka membuka interpretasi pemirsa yang secara aktif harus terlibat. ‘Taman’ itu masih ada hingga saat ini, namun citraannya telah memudar. Semua orang beramai-ramai mendekonstruksi dan mewujudkan makna persatuan Indonesia versi mereka sendiri

Edwin
Pasca-kesuksesan film feature kedua, Postcards From The Zoo yang masuk kompetisi internasional Festival Film Berlin, Edwin melanjutkan belajar sinematografi dan mendapatkan gelar magister di The Netherlands Film Academy, Amsterdam, Belanda (2014). Sekembalinya dari Belanda, Edwin membuat Lab Laba Laba bersama beberapa sutradara dan seniman visual di Jakarta.