1983

1983

1983

Instalasi video dan objek
Dimensi bervariasi
2015

Gerhana matahari total pada11 Juni 1983 adalah peristiwa alam paling “spektakuler” yang pernah dialami bangsa Indonesia. Pada peristiwa itu, negara meminta seluruh rakyat Indonesia mengurung diri di dalam rumah saat terjadi gerhana. Hal ini didalihkan untuk melindungi kesehatan mata rakyat, dengan tidak menyaksikan fenomena alam itu secara langsung. Pemerintah pun menyiarkan secara langsung fenomena itu melalui tayangan Televisi Republik Indonesia (TVRI). Sebagian warga duduk menyaksikan tayangan representasi gerhana matahari melalui televisi, sebagian lagi tetap keluar untuk menyaksikan fenomena yang mungkin hanya terjadi sekali dalam hidupnya dengan beragam cara dan media untuk melihat peristiwa itu secara langsung.

Karya Ade Darmawan mencoba bermain dengan memori kolektif atas peristiwa gerhana matahari, yang terjadi tahun 1983, dan menghubungkannya dengan gerhana lain yang terjadi pasca Reformasi 1998. Perbedaan mendasar terkait dengan teknologi media dari kedua peristiwa tersebut adalah soal kuasa dan representasi. Jika di tahun 1983 masyarakat hanya dapat melihat tayangan dari satu media tunggal milik pemerintah, sedangkan hari ini, masyarakat memiliki ragam media representasi

Ade Darmawan
Setahun setelah melangsungkan pameran tunggal pertamanya, Deodorant Display of Power di Rumah Seni Cemeti tahun 1997, ia mengikuti program residensi di Rijksakademie Van Beeldende Kunsten, Belanda, selama 2 tahun. Ade banyak membuat karya instalasi, video, seni rupa publik, dan grafis dengan objek temuan sebagai landasan strategi artistiknya. Selain bekerja secara individu, ia juga bekerja kolaboratif bersama ruangrupa, sebuah lembaga nirlaba seni rupa yang fokus pada isu perkotaan yang dibentuk tahun 2000. Ia menjadi direktur artistik Jakarta Biennale XIII-ARENA dan menjadi anggota Dewan Kesenian Jakarta periode 2006-2009. Ade juga dikenal sebagai aktivis, kurator, dan aktif berorganisasi.