AGUNG “LEAK” KURNIAWAN

AGUNG “LEAK” KURNIAWAN
AGUNG “LEAK” KURNIAWAN
MASYA ALLAH TRANSGENIK
2013
Seni performans

 

Agung “Leak” Kurniawan (1968, Indonesia)
Setelah mengenyam pendidikan di jurusan Arkeologi Universitas Gajah Mada, Agung Kurniawan—atau Agung Leak—meneruskan studinya di jurusan Seni Grafis, ISI Yogyakarta.
Pada tahun 2003, Agung dan Yustina Neni mendirikan sebuah galeri, restoran, sekaligus ruang seni performans bernama Kedai Kebun Forum. Saat ini, Agung Leak menjabat sebagai di- rektur Indonesia Visual Art Archive (IVAA), yang mengolah arsip dari kegiatan serta penelitian seni rupa.
Tahun 2016, Agung Leak meluncurkan album Dunia Milik Kita bersama grup vokal Dialita—yang beranggotakan para wanita mantan tahanan politik 1965—beserta keluarga mereka. Sejak itu, ia melanjutkan proyek bertemakan tragedi politik represif.

Dalam seni performans ini, Agung Leak menggunakan selamatan—sebuah tradisi masyarakat Jawa—untuk melibatkan hadirin lewat doa makan, sekaligus menghadirkan isu makanan transgenik.

Hadirin diminta mengikuti doa makan, yang akan dibawakan dalam format adzan dengan naskah pidato Presiden Soekarno di tahun 1952 tentang kedaulatan pangan di Indonesia. Lewat doa dan makan bersama, para hadirin secara tidak sadar telah menjadi bagian dari sebuah pertunjukkan seni.

Lewat sebuah kerumunan artistik yang tidak disengaja, hadirin diajak untuk berpartisipasi menyampaikan isu Genetically Modified Organism (GMO), sebuah pertarungan pangan antara ilmu pengetahuan dan teknologi dengan keterhubungan sesama makhluk hidup dalam siklus ekologi untuk memproduksi pangan. Setelah memanjatkan doa bersama, hadirin disajikan makanan seperti tempe, yang bahan bakunya telah dimodifikasi secara ketat, dipatenkan, serta dikontrol oleh industri dan perusahaan bioteknologi transnasional dengan dalih feed the world.

Pada 16 Agustus 2017, Agung akan melakukan performans di Gudang Sarinah Ekosistem Hall B.