ARY SENDY & HERU SUKMADANA

ARY SENDY & HERU SUKMADANA

ARY SENDY & HERU SUKMADANA
SHARING ANXIETY
2015
Proyeksi video dua kanal 19 menit, 28 detik

 

Ary Sendy, alias Jimged (1978, Indonesia)
Ary Sendy mempelajari Fotografi di Fakultas Film dan Televisi, Institut Kesenian Jakarta. Sebagai seorang seniman, dia berkarya melalui media foto dan video. Isu-isu yang menjadi minatnya antara lain adalah globalisasi, konsumsi, tata kota, dan tantangan pembangunan di negara berkembang, yang dilihat dari konteks sosial, geografis, politis, serta historis.

Heru Sukmadana (1978, Indonesia)
Heru Sukmadana Surya, alias Ureh, belajar di Fakultas Film dan Televisi di Institut Kesenian Jakarta, dengan konsentrasi di bidang penyutradaraan (2005). Dia mengawali kiprah di dunia audio-visual sebagai asisten sutradara, dan kini telah menyutradarai sejumlah film dokumenter, video musik, dan video iklan. Tahun 2013, video iklan karyanya bersama Leo Burnett Indonesia, Hemaviton Modal Cari Peluang, meraih anugrah Perunggu Citra Pariwara kategori Best Use of Integrated Media.

 

 

Sharing Anxiety adalah proyek video yang melibatkan sepuluh ibu rumah tangga yang diundang untuk mengikuti audisi untuk sebuah iklan TV. Audisi ini menggunakan format dan prosedur persis seperti yang dilakukan oleh perusahaan iklan; setiap ibu rumah tangga pun diminta untuk membaca naskah yang dibuat oleh penulis sungguhan.

Iklannya sendiri berisi informasi dan fakta-fakta yang jarang diketahui mengenai industri kelapa sawit. Ibu rumah tangga dipilih menjadi subyek utama, karena mereka berperan penting dalam mengatur pola konsumsi keluarga. Namun banyak ibu rumah tangga yang tidak menyadari akibat dari pilihan konsumsi mereka, termasuk produk kelapa sawit.

Hipotesa Sendy dan Sukmadana adalah, sebagai warganegara, kita kurang kritis dalam mencari sebuah solusi masalah bersama, hanya karena kita kurang menyadari keberadaan masalah tersebut. Oleh karena itu, banyak orang tidak memiliki dan berbagi kecemasan yang sama. Dalam kasus ini, orang- orang tersebut adalah warga kota besar yang tinggal jauh dari realitas perkebunan kelapa sawit.

Dalam proyek ini, Sendy dan Sukmadana ingin berbagi permasalahan—dan juga kecemasan—yang ditimbulkan oleh industri kelapa sawit. Semakin banyak orang mengetahui masalahnya, maka pintu diskusi untuk membahasnya juga terbuka semakin lebar.