BAKUDAPAN FOOD STUDY GROUP

BAKUDAPAN FOOD STUDY GROUP
BAKUDAPAN FOOD STUDY GROUP
PRESSURE COOKER
2017
Instalasi media campuran

 

Bakudapan Food Study Group (2016, Indonesia)
Bakudapan dibentuk pada 2016 dan sekarang beranggotakan tujuh orang yang berasal dari latar belakang ilmu berbeda- beda. Nama Bakudapan berasal dari sebua kata dalam bahasa Manado “bakudapa” (bertemu), dengan kudapan atau makanan. Maka arti nama Bakudapan adalah bertemu sambil mengudap.
Mereka percaya bahwa makan tidak melulu hanya persoalan memasukkan makanan ke dalam perut. Bagi Bakudapan, makanan dapat dijadikan alat untuk menganalisa isu-isu yang lebih besar, seperti politik, sosial, ekonomi, dan budaya.

Bakudapan memilih medium sulaman dan ilustrasi tangan untuk menyajikan hasil riset yang mereka lakukan bersama eks tahanan politik 1965.

Medium kain serta teknik sulam di atas gambar tanaman pangan liar menjadi representasi bahwa kedua hal ini adalah cara bagi ibu-ibu penyintas tersebut untuk bertahan dalam kondisi jiwa tersulit, baik ketika mereka berada di tahanan maupun setelah mereka dibebaskan. Salah satu karya sulaman dibuat oleh Ibu Hartiti, seorang ibu mantan tahanan politik.

Kegiatan menyulam juga menjadi cara bagi ibu-ibu penyintas untuk mengingat kembali ingatan-ingatan yang rapuh, sekaligus menjadi aktivitas meditatif agar mereka bisa rileks dalam menyampaikan cerita masa lampau yang traumatis.

Ilustrasi tangan dengan tinta hitam menjadi metafora sejarah yang selalu dilihat secara hitam putih, sementara medium kertas mewakili ingatan mereka yang rapuh.

Pada 28 Juli 2017, Bakudapan Food Study Group akan melakukan performans tentang riset mereka mengenai hubungan antara perempuan penyintas 1965 dengan makanan.