Dunia dalam Televisi

Dunia dalam Televisi

Dunia dalam Televisi

Instalasi Komputer dan Kacamata
Indonesia, 2015

Karya instalasi video ini dilengkapi alat bantu kacamata bagi penonton. Melalui lensa kacamata, kita akan melihat apa yang berada di balik tampilan gambar putih di layar televisi. Karya ini mengundang interaksi antara pengunjung dan mencoba menghadirkan pengalaman berbeda menonton televisi.

Karya ini berisi kumpulan footage-footage berita kekerasan dan perkelahian yang diperoleh dari internet dengan suara latar syair yang dibacakan oleh Wiji Thukul(1). Bagi Dio yang besar setelah Reformasi 1998, pergeseran penguasaan media dari tangan pemerintah di masa Orde Baru ke tangan pemilik modal pasca Reformasi 1998, tetap memposisikan pemirsa sebagai penerima informasi pasif. Jika pada masa Orde Baru kenyataan sebenarnya dapat ditutup oleh siaran pembangunan yang masif, hari ini kita berhadapan dengan kenyataan yang dibungkus oleh fantasi.

Tayangan kekerasan, kepahlawanan, dan kesedihan memiliki nilai yang sama sebagai komoditas menguntungkan bagi industri televisi. Siaran berita yang setiap hari hadir di ruang-ruang keluarga Indonesia itu, lambat laun membentuk kenyataan semu dan berseberangan dengan realitas yang terjadi.

   [ + ]

1. Suara diambil dari footage rekaman Dyah Sujirah (Sipon) yang menjadi bagian film Batas Panggung produksi Offstream dan Kontras.
Diodoran
Seniman kelahiran 1991 ini memiliki nama asli Dio Prakasa tinggal dan bekerja di Jakarta. Dio adalah lulusan program studi Desain Komunikasi Visual Universitas Trisakti tahun 2012. Pernah mengikuti program keilmuan fotografi di Kelas Pagi Jakarta angkatan V (2011-2012). Saat ini berprofesi sebagai perancang grafis. Di sela-sela waktunya ia juga aktif menjadi fotografer.