Element of surprise (Part 2)

Element of surprise (Part 2)

Element of surprise (Part 2)

Instalasi Video Dua Kanal
Indonesia, 2015

1965 selalu menjadi tahun yang penuh misteri bagi sejarah bangsa Indonesia. Terlepas dari upaya Soeharto dan rezim Orde Baru yang berupaya mengaburkan fakta-fakta sejarah besar peristiwa tersebut, masih ada banyak hal yang hingga saat ini masih simpang siur. Beberapa di antaranya berhasil terbukti sebagai fakta sejarah, sebagian lainnya hanya menjadi catatan minor yang tidak dapat terbuktikan kesahihannya. Salah satu dari peristiwa yang masih perlu dibuktikan adalah kisah tentang Syarif Ahmad Soyan Al Barakbah atau lebih dikenal dengan inisial SAS, daerah Partai Komunis Indonesia (PKI) Kalimantan Selatan yang berasal dari keturunan Arab.

Sebagai salah satu pucuk pimpinan PKI di daerah, SAS turut diburu oleh militer pasca peristiwa Gerakan 30 September dan diduga melarikan diri lalu meninggal dalam upayanya tersebut. Namun pada Juni 1968, ditemukan sejumlah bukti yang menunjukkan bahwa SAS masih hidup dan terus menghindar dari kejaran militer. Keahliannya ini membuatnya mendapat julukan “Si Hantu”.

Dalam Element of Surprise, catatan sejarah minor yang melibatkan kelompok Arab Indonesia dalam kancah ideologi komunisme coba dirangkai ulang melalui cerita tentang SAS. Persoalan benar dan salah selalu menjadi perdebatan yang tidak pernah usai. Ketegangan ini akan ditampilkan dalam video dua kanal yang secara bergantian menampilkan teks dan gambar. Alur maju-mundur akan menjadi jembatan yang penting untuk menjelaskan kekaburan fakta sejarah. Fakta yang muncul pada masa lalu, bisa dihapus perlahan-lahan di masa kini dan muncul lagi sebagai narasi baru di masa yang akan datang.

Saleh Husein

Selain sebagai seniman aktif, ia juga dikenal sebagai gitaris grup musik White Shoes & The Couples Company dan The Adams. Tahun 2009, ia terlibat dalam Jakarta Biennale XIII-ARENA dan Occupying Space: ASEAN Performance Art Event di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. Pameran tunggal pertamanya berjudul Riwayat Saudagar digelar di RURU Gallery (2012) yang merupakan proyek seni berkelanjutan. Setahun kemudian, karyanya Arabian Party dipamerkan dalam Jakarta Biennale XV: SIASAT. Terakhir, karyanya dipamerkan dalam Time of Others di Museum of Contemporary Art Tokyo, Jepang. Saleh Husein juga aktif di Komplotan Jakarta 32ºC dan terlibat dalam berbagai workshop bersama mahasiswa.