#fluxcup #dumbsmash

#fluxcup #dumbsmash

#fluxcup #dumbsmash

Media Sosial
Indonesia, 2015 (proyek yang sedang berlangsung)

Fluxcup dikenal oleh netizen sebagai salah satu tokoh absurd dalam akun media sosialnya—youtube dan instagram. Memiliki gaya bahasa yang sangat khas, dengan pendekatan komedi, tetapi sebenarnya “serius” dalam membahas suatu fenomena yang disampaikannya melalui video. Setelah sukses men-dubbing footage yang ia produksi sendiri ataupun diambilnya dari internet, kini Fluxcup kembali merespon tren media sosial dalam Dubsmash.

Dubsmash adalah sebuah aplikasi pengubah video yang tersedia di sistem operasi IOS dan Android.  Kebanyakan netizen menggunakan aplikasi ini untuk men-dubbing suara tokoh besar, potongan adegan sebuah film, dan atau lagu yang populer di masyarakat untuk kemudian mengunggahnya ke media sosial. Namun, bukan Fluxcup namanya jika memperlakukan sebuah tren itu sama dengan kebanyakan netizen. Fluxcup menjadikan dirinya sebagai source footage yang bisa digunakan oleh netizen media sosial. Ia mendorong agar netizen tidak segan-segan menghabisi videonya dengan kekonyolan kreatif mereka.

Fluxcup

Fluxcup. Memiliki nama asli Yusuf Ismail. ‘Produk
Gagal Industri Hiburan Era Informatika’ menjadi
jargon yang tidak lepas dari nama Fluxcup. Sejak
kisaran tahun 2012, Fluxcup sangat produktif
membuat video mash up dan video musik yang
kental dengan nuansa komedi yang diunggahnya
ke kanal youtube. Pemilihan moda produksi
dan distribusi ini merupakan tanggapan atas
berkembangnya praktik video mash up di dunia
virtual yang menghancurkan batas-batas geografis
dan budaya. Tahun 2013, Fluxcup berkolaborasi
dengan Labtek Indie dalam Jakarta Biennale XVSIASAT
dan mengadakan pameran tunggalnya
dengan tajuk Spectaculum Frustra pada Mei 2015.