Housewifi

Housewifi

Housewifi

Instalasi Objek & Video
Indonesia, 2015

Housewifi mencoba melihat kembali peran perempuan dalam ruang lingkup terkecil, yaitu keluarga. Marishka terinspirasi oleh konsep “ibu” dan “priyayi” di masa Orde Baru yang menggabungkan nilai-nilai borjuis kecil Belanda dengan nilai-nilai tradisional priyayi. Pemerintah Orde Baru mengembangkan kebijakan depolitisasi sistematis peran dan posisi perempuan Indonesia. Sosok Bapak Pembangunan telah mengharuskan kaum perempuan baik sebagai ibu maupun isteri ikut mengabdi dalam pembangunan yang bertumpu pada paham paternalistik dan memposisikan laki-laki sebagai elemen inti dari negara. Sementara, perempuan cukup sebagai elemen sekunder namun mendukung kebijakan negara secara total.

Marishka menerjemahkan persoalan tersebut dalam bentuk miniatur rumah tak berpintu, yang digabungkan dengan video animasi yang menampilkan permainan simbol-simbol representatif untuk mewacanakan persoalan keperempuanan. Benturan kedua media itu diharapkan akan membentuk paradigma personal yang dapat dibaca sebagai pancingan kepada perempuan sekarang untuk membaca kembali konsep ibuisme dalam konteks kekinian, di mana konsep itu masih bertahan namun menghadapi beragam pergeseran.

Marishka Soekarna
Menyelesaikan studinya di Jurusan Seni Grafis Institut Teknologi Bandung tahun 2007. Menjadi gitaris band perempuan Boys are Toys. Marishka sangat dekat dengan dunia desain. Saat ini, ia bekerja sebagai freelancer illustrator dan menjalankan produk tas dengan brand UGLY bersama dua sahabatnya. Ia mengeksplorasi beragam medium mulai dari drawing, mural, hingga video stop motion. Ia terlibat dalam berbagai pameran seni, seperti Drawma (2010) dan Begadang Neng (2013) di RURU Gallery, ARTE 2014 – Indonesia Arts Festival dan Medium of Living di Edwin’s Gallery beberapa bulan lalu.