Kembalinya si Titik

Kembalinya si Titik

Kembalinya si Titik

Instalasi Arsip
Indonesia, 2015

Berawal dari kesuksesan seri film cerita boneka Si Unyil, yang diproduksi Pusat Produksi Film Negara (PPFN), Si Titik lahir dengan bentuk yang sama dengan ‘kakaknya’, Unyil, namun dengan cerita yang berbeda. Tokoh Si Titik diceritakan sebagai seorang anak perempuan korban kecelakaan pesawat yang akhirnya tinggal di hutan. Setiap episodenya, Si Titik muncul bermain di hutan dan mengajari masyarakat hutan (binatang-binatang) membaca dan menulis. Pesan yang ingin disampaikan dari film-film Si Titik adalah kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup. Sayangnya Si Titik hanya diproduksi 8 episode dalam kurun waktu 1982-1984 karena tidak sepopuler Si Unyil.

Latar sosial dalam film boneka Si Titik dapat dijadikan pengantar untuk melihat bagaimana cara pandang negara (pemerintahan Orde Baru) melihat masyarakat di luar pulau Jawa yang perlu dibina dan dididik, bahkan hingga ke tingkat pelestarian lingkungan hidup. Dihidupkannya lagi Si Titik dari ‘kuburan sinema’ akan memperlihatkan narasi sejarah yang berbeda dari yang diperlihatkan tokoh boneka legenda Si Unyil.

Lab Laba-Laba

Lab Laba-Laba. Kelompok terbuka ini dibentuk
tahun 2014 dengan pusat lokasi kegiatan di Gedung
Laboratorium Perusahaan Umum Produksi Film Negara
(Perum PFN). Sejak berdiri, kelompok ini aktif mendata
dan membersihkan koleksi film seluloid milik Perum
PFN yang tersisa di film vault Laboratorium Perum PFN.
Lebih dari satu tahun, kelompok ini menghidupkan
kembali ingatan kejayaan perusahaan yang menjadi
alat produksi media propaganda pemerintah Orde Baru.
Di luar kegiatan pengarsipan film, mereka juga aktif
membuat pemutaran, diskusi, lokakarya, dan pameran.
Pada April 2015 lalu, kelompok ini menyelenggarakan
pameran bersama bertajuk Mengalami Kemanusiaan
yang melibatkan para anggotanya.