Lokakarya Suara Rakyat

Lokakarya Suara Rakyat

Lokakarya Suara Rakyat

Demi merespon praktik penyiaran televisi di Indonesia yang dirasa masih banyak kekurangan, ruangrupa mengadakan sebuah program workshop-project “Suara Rakyat” dengan mengundang beberapa profesional dari berbagai latar belakang sebagai pemberi materi sekaligus mentor, dan beberapa orang partisipan multidisiplin. Program ini dilaksanakan pada 5,6, 17, dan 18 Juli di ruangrupa.

Program Suara Rakyat mencoba membaca ulang dan mengkaji segala polemik yang ada pada industri penyiaran televisi di Indonesia. Beberapa permasalah yang muncul seperti penyalahgunaan kekuasaan oleh pemilik media, permainan isu, hingga khusus untuk media elektronik yang melakukan aktivitas penyiaran yang tidak merepresentasikan kodrat ‘frekuensi milik publik’.

Dari sekian banyak media yang ada, program ini memutuskan untuk berfokus pada medium televisi saja. Medium ini dianggap memiliki kompleksitas dan polemik paling tinggi di antara media massa lain. Sebab, dilihat dari jalur penyiaran, televisi menggunakan frekuensi milik publik. Sehingga pada praktiknya rentan terjadi kelalaian dan abuse of power. Selain itu, televisi dianggap sebagai media yang mampu menjangkau publik lebih luas dibandingkan media lain. Dampak paparannya juga dirasa lebih besar.

Berangkat dari segala polemik yang ada, workshop ini dirancang untuk mengkritik penyelewangan-penyelewengan media tersebut, membantu meningkatkan awareness akan permasalahan yang ada yang telah diangkat oleh organisasi yang bergerak di bidang kritik media.

Karya

Sinetron yang Tertukar (The Switched Soap Opera)

Photography by Arum Tresnaningtyas

ABG tuhan-mengapa-aku

Karya ini merupakan reka ulang poster publikasi sinetron yang marak ditayangkan di televisi. Melalui karya ini, saya berusaha memparodikan dan memberikan gambaran penyajian sinetron televisi melalui diri saya (selfportrait) dalam sebuah poster publikasi. Saya mengandaikan diri sebagai seorang produser sinetron.

Proses pemilihan tema cerita, judul, bintang sinetron, hingga membuat publikasinya. Saya pun membuat poster dengan meniru semua tata letak, font, background yang kerap dipakai, embel-embel tulisan dan pose dari para bintang sinetron yang mayoritas bergaya layaknya orang sedang menyambut tamu. Selain proses shooting yang kejar tayang, ternyata poster promosi yang mereka buat pun serupa tapi tak sama. Tinggal diubah judul dan pemainnya. Hanya melihat sekilas posternya, barangkali kita sudah bisa menebak cerita dan alurnya.

manis-manja terbuai  belahanjiwa

Akibat kejar tayang, pengambilan gambar pun ala kadarnya sesuai template yang sudah ada. Bintang sinetron yang terlibat adalah wajah wajah yang sudah pasti akrab di mata pemirsa. Karakter yang dimunculkan sudah pasti ada si baik dan si jahat ataupun si miskin dan si kaya. Rumah produksi yang menggarap sinetron juga sumbernya hanya itu itu saja. Tidak heran kalo kualitasnya pun tidak ada perubahan. Begitulah potret tayangan sinetron kita. Bagi sebagian orang ternyata sinetron masih banyak diminati dan ditunggu kehadirannya di layar kaca. Ironis sekaligus miris.

Arum Tresnaningtyas adalah seorang jurnalis foto. Pernah bekerja penuh waktu di Kompas, namun sekarang menjalani profesinya sebagai jurnalis foto paruh waktu untuk beberapa media lokal dan internasional sekaligus. Di sela-sela waktu, ia bermain musik dan membentuk duo Tetangga Pak Gesang.

 

Paket Informasi Keluarga (Family Information Package) – Pak Kadus Maman

Video by Ismal Muntaha

Merespon salah satu isu penting yang dibahas selama workshop yakni; Lembaga Penyiaran Komunitas (LPK), yang kebetulan di Jatiwangi juga ada JaF TV. Maka saya tertarik membuat Paket Informasi Keluarga sebagai salah satu upaya penguatan informasi komunitas. Karena sentralisasi informasi dari media Nasional sangat terasa sekali bagi kami yang tinggal di daerah. Kita lebih tau anaknya Ahmad Dhani ulang tahun daripada kabar kalau tetangga kita sedang syukuran. Tujuanya paket informasi keluarga ini bisa jadi salah satu penghangat silaturahmi antar keluarga, minimalnya di desa kami.

Ismal Muntaha adalah Direktur Jatiwangi art Factory (JaF), sebuah organisasi nirlaba yang fokus terhadap kajian kehidupan lokal pedesaan lewat kegiatan seni dan budaya seperti; festival, pertunjukan, seni rupa, musik, video, keramik, pameran, residensi seniman, diskusi bulanan, siaran radio dan pendidikan.

JaF didirikan pada 27 September 2005. Sejak tahun 2008 JaF bekerjasama dengan Pemerintahan Desa Jatisura melakukan riset dan penelitian dengan menggunakan keterlibatan kesenian kontemporer yang kolaboratif dan saling menterhubungkan. JaF mempunyai Program Festival Residensi, Festival Video Residensi dan Festival Musik Keramik dua tahunan yang mengundang seniman dari berbagai disiplin ilmu dan Negara untuk tinggal, berinteraksi, bekerjasama dengan warga desa, merasakan kehidupan Masyarakat Jatiwangi, serta merumuskan dan membuat sesuatu yang kemudian dipresentasikan dan dikabarkan kepada semua orang.

 

BE(LIE)VE

Comic by Reza Mustar

  Screen Shot 2014-12-09 at 2.14.04 AM

Screen Shot 2014-12-09 at 2.14.55 AM Screen Shot 2014-12-09 at 2.15.59 AM

Screen Shot 2014-12-09 at 2.16.55 AM Screen Shot 2014-12-09 at 2.17.11 AM

Saya buat komik ini untuk menyebar pemahaman tentang frekuensi milik publik. Saya mengunggah secara masif fi media sosial seperti Twitter, Instagram, Path, Tumblr, dan Facebook.  Saya mencoba untuk memberitahu publik akan haknya melalui medium komik dan kartun.

Mohammad Reza Mustar a.k.a. Azer, Muhammad Reza Mustar a.k.a. Azer, ayah dari 2 orang puteri, lahir di Jakarta, Menyelesaikan kuliah di IKJ, Mulai menggambar diumur 4 tahun dengan menggunakan tembok kamar kakeknya sebagai kanvas. Tahun 2004 membuat karya komik bersama ruangrupa untuk merespon beberapa ruang kosong di halte TransJakarta, aktif membuat komik strip yang disebar di media sosial menggunakan nama komikazer. Kini aktif bekerja sebagai ilustrator dan menjadi desainer grafis lepas.

 

Meteor Jatuh Karena Jokowi (Meteor Crashed Caused by Jokowi)

Video by The Youngrrr

Merespon sentralisasi informasi berita di televisi, video ini ditujukan sebagai prank atau berita bohong. Kami mencoba mengubah makna berita dengan cara mengubah voice over dan teks berita tersebut lalu disebarkan di social media. Konten berita yang akan diubah dengan “memelintir” berita soal pilpres. (The Youngrrr)

The Youngrrr addalah duo seniman Yovista Ahtajida dan Dyantini Adeline. Mereka berdua merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Komunikasi, Universitas Indonesi. Mereka dikenal sebagai videografer pertunjukan musik dan merupakan inisiator di bbalik videozine Rec A Gogo. The Youngrrr telah membuat beberapa karya video, salah satunya berjudul “Macam-macam Pekerjaan Macam-macam”, yang pernah dipamerkan di Jakarta 32c 2012. Karya ini merupakan hasil lokakarya video bersama Anggun Priambodo.

Mentor

Irwan Ahmett

Irwan Ahmett adalah seorang seniman dan desainer yang tertarik pada isu-isu sosial dan perubahan perilaku. Ia memilih seni sebagai medium berekspresi sebab ia percaya nilai-nilai universal yang terdapat di dalamnya bisa mendobrak batasan-batasan budaya, bahasa, dan area pribadi atau kolektif yang seringnya masih kolot dan terjebak rutinitas. Ia selalu mencari cara-cara baru untuk mengeksplorasi kreativitas, karena menurutnya seni memegang peranan penting dalam membentuk formula yang dapat diaplikasikan dan tidak terpikirkan oleh masyarakat sebelumnya.

Merlyna Lim

Merlyna Lim tergabung dalam Canada Research Chair (CRC) in Digital Media and Global Network Society. Sebelum bergabung dengan Universitas Carleton tempat ia bernaung saat ini, ia telah banyak melakukan riset dan mengajar di Universitas Princeton, Arizona State University, University of Southern California, KITLV (the Royal Netherlands Institute of Southeast Asian and Caribbean Studies), dan East West Center. Bidang riset dan pengajaran yang ia tekuni melingkupi dampak budaya dan politik dari media dan teknologi, dalam hubungannya dengan globalisasi, demokratisasi, dan perubahan sosial. Riset-riset yang ia lakukan terdahulu banyak dilakukan di kawasan Asia Tenggara dan Timur Tengah.

Roy Thaniago

Roy lahir di Jakarta, 1986. Ia menyelesaikan pendidikan formailnya di Departemen Musik, Universitas Pelita Harapan, dan sempat melanjutkan pendidikan S2 di Institut Seni Indonesia di Solo namun tidak selesai. Ia pernah bekerja di Divisi Budaya  Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Redaktur karbonjournal.org dan majalah Bung!, sebelum akhirnya menjabat sebagai Direktur Remotivi. Ia tinggal di daerah Petojo bersama seekor anjing pug yang ia beri nama Plato.

Ryan Popo

Ryan Riyadi atau biasa dikenal “Popo” adalah seorang seniman street art di Jakarta. Karya-karyanya banyak menghiasi dinding di ruang publik Jakarta yang mayoritas bernada kritik sosial. Karyanya ikonik, menggunakan tokoh bernama Popo berwarna putih yang kerap menjelma menjadi berbagai profesi.

Supported by:

Logo Ford Doundation

OK. Video merupakan salah satu divisi di ruangrupa, organisasi seni rupa kontemporer yang didirikan pada 2000 oleh sekelompok seniman di Jakarta yang bergiat mendorong kemajuan gagasan seni rupa dalam konteks urban dan lingkup luas kebudayaan melalui pameran, festival, laboratorium seni rupa, lokakarya, penelitian, serta penerbitan buku, majalah, dan jurnal.