Mati Angin

Mati Angin

Mati Angin

Video kanal tunggal
3’
2015

Ari Satria Darma selalu menggunakan teknik elaborasi antara foto dan animasi sejak 2001. Ari sangat piawai memainkan teknik animasi untuk ‘menghidupkan’ subyek-subyek di dalam foto. Kepiawaiannya masih terlihat dalam karyanya Mati Angin (2015). Mati Angin adalah kiasan yang digunakan ketika keadaan dianggap tidak berdaya lagi. Mandek dan serba tidak jelas. Pembangunan yang tidak pernah berakhir, menjadi pemandangan keseharian di jalan-jalan. Pemandangan perkembangan infrastruktur kota ini, lambat laun menjadi sebuah keadaan yang taken for granted.

Kini, kita merasa bahwa tumbuhnya kotakota baru dan kawasan industri di pinggiran ibukota hanya satu alasan yang dibuat untuk mengamini bahwa pembangunan infrastruktur perhubungan, seperti jalan tol dan jalan raya, dianggap mendorong bisnis dan kemajuan ekonomi. Lalu, kesadaran kita terhubung erat dengan aneka pembangunan di segala bidang yang pernah ditempuh pemerintah Orde Baru.

“Alat-alat berat tersebar di beberapa jalan utama Jakarta. Mematung, memajang dirinya sepanjang jalan. Tangan-tangan nakal oknum, membuat alat-alat berat itu seolah mati angin menunggu dioperasikan. Alat-alat besar yang tidak terlihat menjadi solusi tapi sebaliknya. Menambah masalah. Tata kota yang tidak terencana adalah penyumbang terbesar masalah, alat-alat berat menjadi hiasan perubahan kota dengan masalahnya sendiri.” – Ari Satria Darma.

Ari Satria Darma

Menyelesaikan studi
Desain Komunikasi Visual di Institut Kesenian Jakarta.
Karya-karyanya berupa video dengan pendekatan
grafis. Pada tahun 2002, ia menjadi salah satu peserta
lokakarya untuk video musik MuVi bersama Oliver
Husein dan menghasilkan karya fenomenal berjudul
Burn dari band Brisik. Karyanya bersama animasi dari
vs Stampbox Halte sebelumnya juga telah dipamerkan
di OK. Video (2003). Tahun 2006, ia berpameran
tunggal pertama kali di ruangrupa. Karyanya, Iqra,
menjadi salah satu pemenang di ASEAN New Media
Art 2007. Pada tahun 2014, ia terlibat dalam produksi
film Rocket Rain yang disutradarai oleh Anggun
Priambodo untuk adegan animasi.