Matrix City

Matrix City

Matrix City
Archigram (illustration)

Archigram (illustration)

Kota dan budaya perkotaan selalu menjadi inspirasi bagi para seniman dan ilmuwan, termasuk yang utopis maupun yang pesimis. Pada hakikatnya, sebuah kota adalah suatu ungkapan ideal tempat gagasan mengenai keindahan, kesetaraan, dan kebahagiaan diwujudkan. Di kota pula, arsitektur dan (infra)struktur bertemu dengan imajinasi, dambaan, dan perlawanan. Perkembangan dalam tren masyarakat dan budaya biasanya berasal dari lingkungan metropolitan tempat orang-orang bertemu dan saling menginspirasi dan mendukung. Dalam lingkungan ini pula, dinamika dan fasilitas teknis yang dibutuhkan untuk mengembangkan gagasan-gagasan itu ada dan tersedia.

Media Baru telah mengubah definisi ruang publik. Ruang publik kini menyatu dengan ruang maya dan keduanya saling memengaruhi dan memperkuat. Hal ini tampak pada Realitas Tertambah (Augmented Reality), Internet of Things, Komputasi Pervasif (Ubiquitous Computing), dan lain-lain. Kebudayaan urban semakin menjadi kebudayaan media: lari pagi sambil mendengarkan lagu lewat pemutar MP3, video dalam telepon seluler, grafiti digital, layar urban, dinding video, dan arsitektur yang terintegrasi dengan teknologi interaktif.

Matrix City memetakan bentang perkotaan sebagai landasan dan sumber inspirasi bagi para seniman kontemporer. Kota dipandang sebagai tempat berkumpulnya beragam subkultur dan komunitas, serta bentuk seni khas urban seperti seni jalanan, grafiti, dan parkour. Presentasi ini menerangkan sedikit tentang masalah yang bersifat lebih politis, yaitu kaitan ruang publik dan pribadi dan pertanyaan mengenai siapa yang berkuasa atas ruang publik. Kota juga ditampilkan sebagai suatu lingkungan audiovisual yang memikat, atau struktur modal tempat sistem maya dan nyata bersatu.

Sejumlah seniman dan fenomena akan dibahas, mulai dari kelompok Situationist dan Constant, sampai seniman kontemporer seperti Julian Oliver, Sagi Groner, Constant Dullaart, Evan Roth, Julius von Bismarck, GPSter, Gordan Savicic, Christina Kubisch, Claudia Bernett, Michelle Teran, dan Gabriel Menotti.

Arjon Dunnewind
Direktur Umum IMPAKT (The Netherlands)

Eflyer Matrix City

JAKARTA

Thursday, 19th December 2013
14.00 – 16.00

at Auditorium Pascasarjana Institut Kesenian Jakarta
Jl. Cikini Raya No. 73
Jakarta Pusat

YOGYAKARTA

Monday, 23 Desember
16.00 – 18.00

Moderator: Maria Adriani

at Indonesian Visual Art Archive (IVAA)
Jl. Ireda, Gang Hiperkes MG I/ 188 A-B
Kampung Dipowinatan, Keparakan
Yogyakarta

These events are FREE of charge!

Kuliah umum ini adalah bagian dari program RURU Gallery dan OK. Video yang bekerjasama dengan IMPAKT. Baca December Programs with IMPAKT” untuk informasi selengkapnya.

Supported by:

Logo Mondriaan small Logo Pascasarjana IKJ-small   logo-ivaa-small

OK. Video merupakan salah satu divisi di ruangrupa, organisasi seni rupa kontemporer yang didirikan pada 2000 oleh sekelompok seniman di Jakarta yang bergiat mendorong kemajuan gagasan seni rupa dalam konteks urban dan lingkup luas kebudayaan melalui pameran, festival, laboratorium seni rupa, lokakarya, penelitian, serta penerbitan buku, majalah, dan jurnal.