My Father

My Father

My Father

2 menit 12 detik
Video Kanal Tunggal
Pakistan, 2010

“Aku dilahirkan memiliki ayah yang 45 tahun lebih tua daripada aku. Saat aku beranjak dewasa dan semakin kuat, aku melihat ayah menjadi lebih tua dan lemah. Ayahku adalah ekspresi dari impresi yang sangat personal tentang hubunganku dengan ayahku”. – Basir Mahmood

Video ini menunjukkan seorang tua yang mencoba memasukkan benang ke lubang jarum: sebuah tugas yang mudah, tapi tidak untuk seseorang yang sudah lanjut usia, seperti yang dipertontonkan video ini. Sepanjang video ini, sang ayah terus-menerus mencoba untuk memasukkan benang ke lubang jarum tapi tak juga berhasil. Basir memilih ukuran display kecil secara sengaja dengan memfilmkan kegiatan sebuah lubang jarum yang dimasuki benang; ukuran kecil jarum tersebut dimaksudkan untuk menggarisbawahi intesitas sebuah aktivitas yang mungkin kelihatannya remeh dan tidak penting. Sementara, pengulangannya didorong oleh harapan yang sia-sia belaka. Hal yang pertama, menandakan perjuangan hidup sehari-hari, yang biasa kita lihat sebagai hal yang sepele, tapi merupakan hal yang penting dan layak diperjuangkan bila dilihat dari konteks waktu dan kefanaan. Hal yang terakhir, menandakan keruntuhan dan penurunan kemampuan manusia secara bertahap seiring berjalannya usia dan bagaimana kemampuan harapan dan tekad pun melarut ke dalam kabut senja kehidupan.

Basir Mahmood

Belajar di Lahore di Beaconhouse National University dan menerima beasiswa selama setahun dari Akademie Schloss Solitude di Stuttgart, Jerman (2011). Ia menggunakan medium video, film atau foto dengan cara menjalin berbagai kode dari temuan-temuannya atas sejarah dan realitas sosial. Karya-karyanya telah dipamerkan di Palais de Tokyo di Paris (2012), III Moscow International Biennale for Young Art di Rusia (2012) dan baru-baru ini mendapat penghargaan dalam The 18th Contemporary Art Festival Sesc_Videobrasil de São Paulo (2013).