Ones Who Looked at The Presence

Ones Who Looked at The Presence

Ones Who Looked at The Presence

Instalasi Video & Sketsa
Indonesia, 2014

Ones Who Looked at The Presence merupakan proyek seni yang dilakukan oleh Otty Widasari ketika berada di Utrecht, Belanda. Proyek ini menanggapi arsip film yang merekam masyarakat Indonesia pada masa kolonial. Otty melakukan dekonstruksi tentang kehadiran tubuh di hadapan kamera— gestur yang bereaksi pada bidikan kamera sehingga membentuk karakter tertentu di dalam frame kamera sebagai realitas reproduktif. Sekaligus menanggapi fenomena reproduksi citra di era digital dan internet, yang telah mengesampingkan perhatian terhadap otentisitas material. Otty membuat sejumlah sketsa (drawings), lukisan dan karya video sebagai medium penafsirannya.

Festival Orde Baru OK. Video akan menampilkan dua karya yang merupakan bagian dari proyek tersebut, yakni sketsa (drawings) karakter masyarakat Papua —yang merupakan hasil interpretasi si seniman terhadap arsip audiovisual yang ia kumpulkan— dan satu video berjudul Asmat 2. Kedua karya ini adalah konstruksi subjektif si seniman atas fungsi arsip dan konteksnya di hari ini. Reproduksi citra yang dilakukan oleh Otty, di satu sisi, mengungkap aspek kerentanan material, tetapi di sisi yang lain melakukan kritik terhadap sistem preservasi. Tatkala kecenderungan digital menjadi dominan, pilihan atas tata cara moderen disikapi sebagai cara progresif untuk mempertanyakan ulang keadiluhungan arsip itu sendiri.

Otty Widasari

Salah satu pendiri Forum Lenteng (2003). Sehari-harinya bekerja sebagai Koordinator Program Pemberdayaan Media, akumassa. Ia menyelesaikan studinya di Institut Kesenian Jakarta. Menjadi salah satu finalis Indonesian Art Award 2008 di Galeri Nasional Indonesia dan terlibat dalam proyek film pendek 9808 bersama beberapa sutradara muda Indonesia di tahun yang sama. Tahun 2013, bersama akumassa, ia terlibat dalam proyek seni Seni di Batas Senen yang menjadi bagian dalam Jakarta Biennale XV: SIASAT. Di tahun yang sama, videonya yang berjudul Jabal Hadroh, Jabal Al Jannah dipamerkan dalam Biennale Jogja XII: Equator 2. Tahun 2014, mengikuti SeMA Biennale Mediacity Seoul, Korea, dan mengikuti residensi seniman di Impakt Festival, Utrecht, Belanda.