Pameran

PAMERAN
22 Juli – 16 Agustus 2017, pukul 12:00 – 21:00 WIB
Istirahat pukul 17.30-18.30
Hall A1, Hall A4, Hall B, RURU Gallery, Gudang Sarinah Ekosistem Donasi. Rp 10.000

 

Off-site Exhibition
Pembukaan: 10 Agustus, pukul 14:00 WIB Pameran: 10 – 16 Agustus, Pukul 08:00 – 16:00 WIB Museum Zoologi, Bogor
HTM. Rp 15.000,-

 

Ringkasan Pameran
OK. Video – Festival Seni Media Indonesia ke-8 berlangsung dari tanggal 22 Juli hingga 16 Agustus 2017. OK. Video mengorganisir beragam pameran yang terdiri dari pameran karya seni, penampilan seni, intervensi, teater spesi k, proyek seni, proyek kolaboratif, dan penelitian oleh 25 artis dan 14 residensi artis yang berasal dari 13 negara. Pameran tersebut memperkenalkan pangan sebagai sebuah media, teknologi, ideologi, dan representasi. Dibungkus dalam konteks lokal, pameran yang diselenggarakan di Gudang Sarinah Ekosistem dan Bogor, daerah satelit di pinggiran ibukota, tersebut mere eksikan keterkaitannya dengan berbagai inisiatif dan aktor serta andilnya dalam wacana tentang seni media dan isu-isu pangan pada tataran regional dan global

 

Proyek-proyek Baru
Sejak Januari 2017, tim kuratorial yang dikepalai oleh Julia Sarisetiati dan Renan Laru-an telah berhasil mengundang lebih dari 30 artis dan praktisi untuk memperkaya dan menggali tema festival tahun ini. Separuh dari individu dan kelompok yang diundang dalam acara ini telah menginisiasi berbagai proyek penelitian baru dan/atau memperdalam penelitian mereka pada proyek-proyek yang tengah berjalan melalui beragam komisi dan program residensi artis Open Lab. Empat hasil proyek Open Lab akan diresmikan dalam pameran, sementara lima lainnya akan menggunakan Gudang Sarinah Ekosistem dan komunitas terkait sebagai tempat pelaksanaan riset dan lokakarya.

Karya-karya yang baru akan dipresentasikan oleh Bakudapan Food Study Group, Jen Liu, Luinambi Vesiano, Mark Sanchez, Minerva Co-Lab, Saleh Husein, Soemantri Gelar, dan Syaiful Garibaldi. Studio arsitektur pppooolll mendirikan sebuah bangunan sementara yang akan digunakan untuk memfasilitasi interaksi antara masyarakat dan seniman.

 

Penampilan, aksi, dan meditasi
Penyajian program pameran dalam festival ini telah didesain untuk menciptakan sebuah dialog dengan lokasi Jakarta, situasi di Indonesia, dan konteks Asia Tenggara sesuai dengan ide awal pameran. Ales Cermak, Carolina Caycedo, Agung Kurniawan, dan Bakudapan Food Study Group akan mewujudkan penampilan mereka dalam rangkaian acara pada festival tersebut. Dengan menggunakan infrastruktur yang tersedia di Gudang Sarinah Ekosistem, Warung Ramah, Lintang Panlipuran dan FORKS, dan Kantin yang Kemaren akan berkolaborasi dalam pengaturan tata ruang dan kegiatan harian.

 

Arsip
Arsip-arsip yang akan ditampilkan dalam pameran meliputi: proyek ruangrupa yang bertajuk sejarah kolonial gula dan proyek penelitian sejarah seni yang ditugaskan oleh OK.Video. Kolaborasi ruangrupa dengan Noorderlicht akan turut berfokus pada peninjauan ulang foto-foto dan berbagai proyek yang dilaksanakan pada tahun 2012 silam. Dua peneliti, Nastiti Dewanti dan Leonhard Bartolomeus membuat linimasa tentang sejarah awal seni yang mengikuti gerakan terkait ‘lingkungan’ dan ‘makanan’ dalam artikulasi dan penciptaan seni di Indonesia. Linimasa tersebut kemudian disandingkan dengan materi-materi dari ASEAN Secretariat Resource Center dan the Sajogyo Institute yang berhubungan dengan ekonomi politik, politik administrasi/manajerial, dan sejarah sosial dari makanan.