Penayangan Film

Forumsinema, Gudang Sarinah Ekosistem
Film- film dalam program ini dipilih berdasarkan eksplorasi gaya tutur ceritanya dan tidak hanya meletakkan “makanan” sebagai sentral narasinya, namun lm- lm yang juga memiliki referensi terkait peristiwa-peristiwa sosiopolitik yang melatarbelakangi isu “pangan”.

Kamis, 6 Juli 2017, pukul 19:00-selesai WIB
La Terra Trema (atau Bumi Bergolak)
Luchino Visconti, 1948, Italia, 2 jam 45 menit
Di pedesaan Sisilia, para nelayan hidup prihatin akibat para pedagang dan tengkulak yang serakah. Sebuah keluarga mempertaruhkan segalanya untuk membeli kapal mereka sendiri dan mengoperasikannya secara mandiri.

 

Kamis, 13 Juli 2017, pukul 19:00-selesai WIB
Riso Amaro (atau Bitter Rice)
Giuseppe De Santis, 1949, Italia, 1 jam 48 menit
Mengisahkan tentang dua kriminal, Francesca dan Walter, yang menyusup ke dalam camp pertanian di Po Valley, Italia Utara, demi menghindari kejaran polisi. Pertemuan mereka dengan Silvana dan Marco mengubah orientasi mereka. Hal ini membawa mereka masuk ke dalam hubungan dan kon ik rumit yang melibatkan perampokan berencana, kegembiraan hasil panen, percintaan segitiga, dan pembunuhan.

 

Kamis, 20 Juli 2017, pukul 19:00-selesai WIB
Neak Sre (atau The Rice People)
Rithy Panh, 1994, Kamboja, 2 jam 5 menit
Situasi kehidupan pasca rezim otoriter di Kamboja memaksa pasangan suami-istri, Om dan Po, untuk bertahan dengan kesulitan ekonomi. Usaha pertanian yang mereka miliki pun mengalami krisis. Om, sang ibu, mengalami gangguan jiwa tatkala ditinggal mati suaminya. Si sulung, Sakha, akhirnya menjadi tulang punggung keluarga yang terus mengusahakan eksistensi lahan pertanian mereka, sembari merawat ibu dan adik-adiknya.

 

Kamis, 27 Juli 2017, pukul 17:00-19:00 WIB
FOOD
Gordon Matta-Clark, 1972, Amerika Serikat, 43 menit
Film ini mendokumentasikan sebuah restoran legendaris di SoHO, New York, bernama FOOD, yang dikelola oleh sejumlah seniman pada tahun 1971-1974, sebagai bagian dari proyek seni konseptual. Seniman-seniman tersebut adalah Gordon Matta-Clark, Carol Goodden, dan Tina Girouard. Restoran ini dikelola sebagai tempat pertemuan para seniman dan aktor kebudayaan, serta dijadikan tempat penyelenggaraan berbagai acara kebudayaan. Film ini menampilkan rekaman aktivitas restoran, mulai dari kegiatan berbelanja bahan masakan di pasar, menyiapkan hidangan, hingga kegiatan bersih-bersih menjelang restoran tutup. Sebagai proyek di sebuah daerah yang tengah berkembang kala itu, FOOD masih bergema dalam sejarah mitologi SoHO tahun 1970-an.

Kamis, 27 Juli 2017, pukul 19:00-selesai WIB
Asal-Usul Makanan (atau Genèse d’un repas)
Luc Moullet, 1979, Prancis, 1 jam 55 menit
Karya dokumenter yang menginvestigasi rantai produksi pangan oleh perusahaan-perusahaan di tiga benua (Prancis, Eropa Barat; Senegal, Afrika Barat; dan Ekuador, Amerika Selatan). Moullet menganalisa dampak globalisasi dan diskriminasi rasial yang terjadi di era masyarakat konsumeristik, sehubungan dengan eksploitasi buruh yang terjadi di negara-negara dunia ketiga. Film ini hadir sebagai esai yang memetakan geopolitik pangan, sekaligus otokritik terhadap negara, korporasi, moral publik, juga terhadap profesi sang sutradara sendiri.

 

Kamis, 3 Agustus 2017, pukul 19:00-selesai WIB
Dongeng Rangkas (Rangkasbitung: A Piece of Tale)
Andang Kelana, Badrul Munir, Fuad Fauji, Ha z Rancajale, Syaiful Anwar, 2011, Indonesia, 1 jam 15 menit
Secuil kisah dari Rangkasbitung yang aktivitas masyarakatnya diwakili oleh sosok dua penjual tahu; Kiwong dan Iron. Dua tokoh ini merupakan dua pemuda yang hidup di Rangkasbitung, pada masa pasca-Reformasi 1998. Di tengah kota yang tumbuh lambat di antara hingar-bingar pembangunan pasca-Reformasi ini, Kiwong dan Iron hidup sederhana sebagai pedagang tahu, namun tetap memegang teguh mimpi-mimpi mereka. Kiwong bermimpi menjadi pemuda yang lebih baik, dan membuat keluarganya juga hidup lebih baik. Sedangkan Iron percaya, musik adalah anugrah Tuhan, dan ia ingin terus mengembangkan fantasi musiknya di jalur ‘underground’.

 

Kamis, 10 Agustus 2017, pukul 19:00-selesai WIB
Kaki Kôba (atau The Oyster Factory)
Kazuhiro Soda, 2015, Jepang, 2 jam 25 menit
“Oyster Factory” (Kaki Kôba) adalah lm dokumenter yang mengamati dan menggambarkan kompleksitas dari pabrik kecil yang memproduksi tiram, termasuk kehidupan para nelayan dan buruh pabrik itu. Di Ushimado, Jepang, kekurangan tenaga kerja yang diakibatkan oleh krisis kependudukan merupakan masalah serius. Secara tradisional, industri tiram telah menjadi industri utama penduduk lokal. Namun beberapa tahun belakangan, beberapa pabrik tiram harus mempekerjakan pekerja asing agar industri ini tetap berjalan. Pabrik tiram Hirano tidak pernah mempekerjakan orang luar, namun akhirnya memutuskan untuk membawa dua pekerja dari Cina. Akankah semua karyawan bisa bergaul? Dokumenter ini mengikuti kehidupan keseharian mereka, yang harus menghadapi perubahan bertahap yang tak terelakkan, akibat globalisasi dan depopulasi kota.