Salam Tempel Penuh Embel-Embel

Salam Tempel Penuh Embel-Embel

Salam Tempel Penuh Embel-Embel

29,7 x 42 cm
Kolase Digital
Indonesia, 2015

Semasa pemerintahan Orde Baru, segala benda pos yang merupakan bagian dari salah satu bentuk komunikasi analog waktu itu, dari mulai perangko, amplop, sertifikat, piagam, telegram dan kartu pos, semuanya berisikan visual yang sarat dengan slogan, tokoh, dan program pemerintahan. Mulai dari berbagai macam warna dan ukuran perangko Soeharto, amplop-amplop yang diproduksi khusus untuk peluncuran sebuah kampanye pemerintah sampai gambar Pancasila di surat berharga dan juga blanko. Kehadiran surat elektronik (e-mail) yang dibuat oleh teknologi media internet saat ini membuat penggunaan komunikasi analog itu mulai ditinggalkan.

Ika Vantiani dan Feransis berkolaborasi mencoba membuat makna baru dari koleksi benda pos bekas yang mereka kumpulkan sejak beberapa tahun lalu. Mereka kemudian mencoba melihat bagaimana perbedaan desain juga pesan dari benda-benda pos yang dibuat selama Orde Baru dan pemerintah setelahnya. Ternyata, pemerintah Orde Baru jauh lebih jeli dan bersemangat dalam memasukkan agenda-agenda program pemerintah ke dalam berbagai bentuk materi benda pos mulai dari perangko, amplop, kartu pos dan masih banyak lagi.

Ika Vantiani
Persistently creating photo collages, drawings, and objects as her approach to create things. She runs a small space called Halo Radio, where they created regular workshops on applied art for young people. She also participated in a photography club named Kelas Pagi and Lab Laba Laba.