Saur Sepuh (JWA Remix)

Saur Sepuh (JWA Remix)

Saur Sepuh (JWA Remix)

Instalasi Video
Indonesia, 2015

Saur Sepuh adalah salah satu sandiwara radio yang melegenda di dunia penyiaran radio dan masyarakat Indonesia. Drama yang mengambil latar Kerajaan Majapahit di masa pemerintahan Hayam Wuruk karya Niki Kosasih ini bercerita tentang seorang pendekar sakti mandraguna bernama Brama Kumbara. Kisah Saur Sepuh menjadi hiburan alternatif bagi masyarakat Indonesia pada ’80-an bersamaan dengan masuknya televisi dan video di rumah-rumah warga.

Tahun ’80-an menjadi masa kecil para seniman yang tergabung dalam Jakarta Wasted Artists. Mereka memiliki kesamaan ingatan dengan sandiwara radio Saur Sepuh yang populer di masa kecil mereka. Saat itu radio menjadi salah satu media hiburan yang langka di luar ibukota dan untuk mendengarkan sandiwara ini, orang beramai-ramai datang ke tempat-tempat yang memiliki radio, baik rumah tetangga maupun ruang-ruang pertemuan warga.

Jakarta Wasted Artists mencoba mengintepretasi dan merekonstruksi sandiwara radio Saur Sepuh ke dalam karya instalasi video. Akhir tahun ‘80-an, kisah sandiwara radio ini diangkat ke layar kaca dan layar lebar. Namun, perubahan bentuk dari medium suara ke gambar bergerak itu membuat kelompok ini kecewa. Fantasi yang dibangun oleh suara lebih imajinatif ketimbang estetika dan bahasa visual yang ditransformasikan dari naskah drama itu.

Jakarta Wasted Artists

Kelompok seniman visual yang dibentuk tahun 2010 oleh Hauritsa, Henry Foundation, Mateus Bondan dan Mushowir Bing. Dalam bekerja sambil bermain, JWA mengambil dan mengekstrak masalah ‘terbuang’ atau ‘wasted’, dalam konteks perkotaan sebagai isu penting untuk dirumuskan sebagai karya seni atau peristiwa seni. Tahun 2010 mereka melangsungkan pameran tunggal pertama di AOD Artspace, Jakarta. Tahun 2014 menjadi fasilitator untuk workshop seni digital di Jakarta 320 Celcius. Mereka bekerja dan tinggal di Jakarta.