Sidang imajinasi

Sidang imajinasi

Sidang imajinasi

Instalasi Suara & Teks UV
Indonesia, 2013-2015

Berawal dari temuan rekaman suara persidangan H.B. Jassin di tahun 1970 yang tersimpan di arsip Dewan Kesenian Jakarta. Rekaman suara yang berisi proses jalanannya persidangan tokoh sastra terkemuka Indonesia, H.B. Jassin, atas kasus pemuatan cerita pendek Langit Makin Mendung karya Kipandjikusmin di majalah Sastra edisi Agustus 1968. Banyak pihak menganggap cerita itu telah menyudutkan segolongan masyarakat Indonesia. Persidangan itu memunculkan banyak pertanyaan, benturan, perspektif, fantasi, ilusi, hingga bagaimana posisi seni di masyarakat yang baru saja memunculkan pemerintahan baru, Orde Baru. Perdebatan demi perdebatan antara perspektif agama, hukum, dan seni itu telah menjadi sebuah performans yang menyita perhatian para intelektual dan seniman Indonesia saat itu.

Proyek seni Sidang Imajinasi mencoba mendekonstruksi peristiwa itu dan mencoba menjembataninya dengan situasi sekarang. Dalam beberapa tahun terakhir, keberagaman perspektif telah menimbulkan konflik horizontal. Situasi ini sama persis dengan situasi di masa-masa awal periode pemerintahan Orde Baru.

Proyek seni ini merupakan salah satu bagian dari program Hibah KARYA! (Kembangkan Arsip Budaya) yang diluncurkan oleh Jaringan Arsip Budaya Nusantara (JABN) yang mulai berjalan sejak 2013. Proyek ini pernah dipresentasikan di Galeri Cemara 6, dua tahun yang lalu.

Sidang Imajinasi

A research project and an exposition that focuses on HB Jassin trial in beginning of New Order regime in Indonesia. This project includes artists such as; Adel Pasha, Ajeng Nurul Aini, Andang Kelana, Bagasworo Aryaningtyas, Fuad Fauji, Gelar Agryano Soemantri, Mahardika Yudha, Muhammad Fauzi, Otty Widasari, dan Yoyo Wardoyo. Their works–in different medium- are an attempt to respond and to reinvent hidden archives and was exhibits in the first time in 2013 entittled, Sidang Hans Bague.