SOEMANTRI GELAR & BERTO TUKAN

SOEMANTRI GELAR & BERTO TUKAN
SOEMANTRI GELAR & BERTO TUKAN
4 SEHAT 6 SEMPURNA
2017
Instalasi Digital

 

Soemantri Gelar (1986, Indonesia)
Soemantri Gelar adalah seorang seniman video dan pembuat film. Lulusan jurusan Jurnalistik, IISIP Jakarta ini tergabung dalam Forum Lenteng dan kini berperan sebagai Koordinator Halaman Papua. Videonya yang berjudul Ketika Aku Pulang Tidak Ada Mamah Di Depan Pintu berhasil memasuki Festival Film Rotterdam.
Kini Gelar sedang mengembangkan proyek laboratorium seni bernama Turn Left After Sunday Market, bersama rekan-rekan seniman.

Berto Tukan (1985, Indonesia)
Seorang peneliti dan penulis, Berto menyelesaikan S1-nya di Program Filsafat, STF Driyarkara, dan kini sedang menempuh studi Magister Filsafat di perguruan tinggi yang sama. Selain menulis fiksi (cerpen dan puisi), Berto juga rutin menulis esai di media massa cetak maupun online. Buku tunggalnya yang pertama adalah Seikat Kisah Tentang Yang Bohong: Kumpulan Cerpen (Alpha Centaury, 2016).
Kini, ia aktif di IndoProgress dan ruangrupa sebagai editor pada www.jurnalkarbon.net.

Karya berupa instalasi diorama ini mengangkat salah satu makanan instan paling populer di Indonesia—mie instan Indomie. Indomie menyimpan paradoks, karena Indomie berbahan dasar gandum yang tidak dihasilkan oleh Indonesia, sementara Orde Baru justru membanggakan keberhasilan program swasembada beras mereka.

Indomie sudah populer sejak 1980-an, namun tidak masuk dalam narasi pangan Orde Baru. Padahal, kehadiran Indomie tidak lepas dari monopoli impor gandum dari Amerika Serikat yang diberikan rezim Orde Baru kepada Salim Grup. Artinya, Indomie adalah warisan Orde Baru, yang sampai sekarang masih menjadi solusi pangan masyarakat Indonesia.

Karya 4 Sehat 6 Sempurna ini hendak mengharafiahkan paradoks tersebut. Indomie tidak termasuk dalam 4 sehat 5 sempurna, lima unsur makanan yang dikampanyekan Orde Baru bisa memenuhi kebutuhan tubuh yaitu makanan pokok (nasi), protein, sayur, buah, dan susu. Namun Indomie tetap mengisi kebutuhan pangan masyarakat.

Kedigdayaan Indomie juga ditunjang oleh konsep iklannya, yang sesuai dengan salah satu narasi utama Orde Baru, yakni portret keluarga Indonesia. Orde Baru memetaforakan negara sebagai keluarga, dimana kepala keluarga (pemimpin negara) memberikan tuntunan, sehingga anggota keluarganya (masyarakat) harus tunduk kepadanya. 4 Sehat 6 Sempurna melihat imajinasi keluarga Indonesia warisan Orde Baru tersebut masih ada sampai sekarang.

Karya diorama ini hendak mengingatkan, ketika kita mengonsumsi Indomie atau bahkan sekedar melihat iklannya, ingatlah pada keinstanannya dan pada sebuah masa gelap yang melahirkannya.

Untuk melengkapi karya diorama ini, Soemantri Gelar mengajak Berto Tukan merespon arsip-arsip seputar perihal Indomie, dalam rupa tulisan semi fiksi/semi fakta.