Spatial History

Spatial History

Spatial History

Instalasi Obyek & Diskusi
Indonesia, 2015

Spatial History merupakan proyek seni Irwan Ahmett yang secara spesifik merespon kerumitan sejarah dan situasi politik di Indonesia pada 1966, khususnya yang terkait dengan kontroversi pemberian mandat kekuasaan dari Sukarno kepada Soeharto melalui selembar kertas yang di kemudian hari kita kenal sebagai Supersemar (Surat Perintah Sebelas Maret).

Dalam perjalanan menelusuri artefak dan merekonstruksi ingatan dengan pihak-pihak yang mengalami masa peralihan kekuasaan politik tersebut secara langsung, Irwan menemukan argumen yang berbeda dan tabrakan persepsi. Hal ini dipersulit dengan adanya berbagai versi Supersemar. Di mana? Dan apa sebenarnya kekuatan otentik sebuah dokumen? Irwan melihat sebuah ‘ruang kosong’ yang sulit dipahami oleh sejarah namun di sanalah imajinasi dirinya sebagai seorang seniman berusaha ‘menemukan’ kembali, setidaknya dalam tingkat konseptual.

Spatial History merupakan medium yang menawarkan bagaimana objek dan peristiwa serta materi yang tidak pernah ada dapat menjadi sebuah intervensi sejarah, seperti halnya ketika sebuah monumen dibangun untuk membuat pernyataan.

Irwan Ahmett
Memiliki latar belakang sebagai desainer. Ia sering berkolaborasi dengan Tita Salina dan memilih ruang publik sebagai lapangan independen yang potensial. Pasca pameran tunggalnya yang bertajuk Happiness di RURU Gallery tahun 2009, Irwan bersama memulai proyek Urban Play (2010) yang terus bergulir di beberapa tempat, salah satunya, di Singapore Biennale: If The World Changed tahun 2013. Tahun 2011, Irwan melakukan perjalanan ke beberapa negara untuk mengikuti residensi seniman dan memproduksi karya. Proyek-proyek seninya antara lain: Very-Very Important Fish, Urban Intervention, Grafiti on History, Panenergi dan Spatial History.