Stabilizer

Stabilizer

Stabilizer

125 x 200 cm
Instalasi Video & Cetak Digital di Atas Kain
Indonesia 2015

Rezim Orde Baru selalu identik dengan semangat militerismenya yang merasuk ke hampir seluruh wilayah kehidupan sosial politik masyarakat. Namun, hampir tidak pernah menjamah hingga ke wilayah kreasi artistik. Hal ini dapat diidentifikasi sebagai salah satu misi gerakan memegahkan Orde Baru. Orba menghancurkan bangunan atau simbol-simbol kemegahan Soekarno. Lalu, mengganti simbol-simbol kemegahan itu dengan mengkerdilkan bangunan atau simbol tersebut ke dalam bentuk diorama yang lebih naratif tentang sejarah perjuangan bangsa. Namun, terobosan estetis tidak pernah menjadi hal yang penting, di sini. Orba nyaris tidak terlalu peduli estetika.

Stabilizer mencoba merespon gagasan atas konsep kuasa yang hadir, sebagai konsep representasi. Idenya adalah dengan meniru cara Orde Baru membuat relief seperti yang terdapat dalam monumen-monumen buatannya. Reza akan membuat relief yang dikolase dari ilustrasi atau gambar temuannya. Mencoba membicarakan isu stabilitas nasional yang selalu dijadikan dasar sikap Orde Baru untuk membungkam perbedaan pendapat. Reza mencoba membuat propaganda mini representasi dengan menggunakan media kain.

Reza ‘Asung’ Afisina
Mempelajari sinematografi di Institut Kesenian Jakarta (1995-1999). Membuat karya video, instalasi, dan performance yang telah dipresentasikan di berbagai perhelatan internasional di antaranya, International Performance Manifestation, Minas Gerais, Brasil; Yokohama Triennale, Jepang; dan Guggenheim Museum New York, Amerika Serikat. Di sela-sela kesibukannya bekerja di ruangrupa, ia juga aktif di dunia musik bersama band bequiet, Kapitalindo, dan menjadi disk jockey dengan nama panggung Viva Los Amigos.