Tagline for Artistic Society

Tagline for Artistic Society

Tagline for Artistic Society

Video Kanal Tunggal, Konstruksi Panel
Dimensi bervariasi
2013

Buku, 14×9 cm, 50 halaman
100 Edisi, dicetak di Tainan oleh Howl Space.
2015

Sari, berkolaborasi dengan Budi Mulia, seorang ilmuwan di bidang pengembangan kesejahteraan masyarakat, mengumpulkan empat mahasiswa kesejahteraan masyarakat dan memberi mereka sebuah tugas. Sebagai bagian dari kelompok akademik di bidang kesejahteraan masyarakat, tentunya mereka memiliki pengamatan tersendiri tentang kehidupan yang ada di sekitar mereka. Tugas ini adalah sebuah kesempatan untuk menerapkan ilmu yang mereka dapatkan. Dalam proyek ini, Sari meminta empat mahasiswa ilmu sosial untuk membuat slogan. Sebuah slogan untuk masyarakat utopis dimana semua orang adalah seniman. Selain itu, Sari juga meminta mereka untuk membayangkan masyarakat macam apa yang penduduknya adalah adalah seniman?

Sari selalu tertarik pada ide/energi yang dimiliki oleh orang lain; ia juga berharap untuk mengubah ide/energi tersebut agar dapat menjadi miliknya dan lalu meneruskannya ke orang lain melalui berbagai bentuk dokumentasi. Kita tahu, orang tua, guru, teman baik dan bahkan orang asing biasanya menyampaikan nasihatnya dalam bentuk kalimat pendek/kutipan/slogan yang sejatinya memiliki makna yang mendalam. Jadi, dalam proyek ini, para mahasiswa memiliki tugas yang sama seperti orang-orang tersebut. Pertanyaan selanjutnya adalah, dari semua penciptaan makna yang menyerbu di masa sekarang, mana yang paling penting bagimu dalam kehidupan sehari-hari?

Video yang ditampilkan dalam pameran ini adalah dokumentasi proyek tersebut.

Deskripsi singkat buku:

Beberapa catatan dan percakapan antara Julia Sarisetiati dan Reinaart Vanhoe dalam SLOGAN UNTUK MASYARAKAT SENI: Sebuah video oleh Julia Sarisetiati.

Jakarta-Rotterdam, 2015.

Reinaart dan Sari menggarisbawahi beberapa pernyataan yang mereka anggap penting dari sebuah percakapan yang dinyatakan oleh peserta proyek yang digarap Sari di tahun 2013. Dalam proyek tersebut, Sari mengundang empat mahasiswa ilmu social untuk menjawab sebuah tugas yang ia berikan.

Proyek itu sendiri tidak akan bisa rampung. Setelah proyek tersebut selesai, kami memilih untuk mengumpulkan ampas yang dapat diambil dari proyek tersebut, lalu, mencoba untuk melihat kemungkinan baru dalam mereproduksi dan menyebarkan ampas tersebut dalam bentuk media lain. Menemukan atau merumuskan dan menantang pertanyaan-pertanyaan bersama-sama, berbagi wawasan dari pengalaman dan pengetahuan masing-masing untuk kembali memulai sesuatu lagi.

Julia Sarisetiati
Sejak 2008 hingga 2011, ia menjadi manajer ruangrupa. Setelah itu, tergabung dalam komite artistik RURU Corps, sebuah biro komunikasi visual yang didirikan oleh ruangrupa, Serrum, dan Forum Lenteng. Di samping bekerja sebagai fotografer lepas dan berkarya dengan medium fotografi dan video, ia kerap mengembangkan praktik artistiknya ke wilayah lain yang berpijak pada riset dan kolaborasi lintas disiplin. Tahun 2013, karyanya berjudul Tagline for Artistic Society dipamerkan di Jakarta Biennale XV: SIASAT. Ia juga terlibat mengkuratori MUSLIHAT OK. Video – 6th Jakarta International Video Festival 2013.