Temanku Berkata

Temanku Berkata

Temanku Berkata

20 menit 51 detik
Video Kanal Tunggal
Indonesia, 2015

Ary Sendy menempatkan makna “bertanya” untuk memberikan ruang berpikir secara kritis kepada ketiga temannya. Walau jawabannya nampak samar, Sendy ingin menunjukkan bahwa ada kesamaan sifat dengan apa yang dikatakan memori. Memori kolektif yang dimiliki oleh manusia yang lahir di masa pemerintah Orde Baru dan dibesarkan setelah rezim Soeharto itu runtuh, seakan ikut merasakan makna euforia Reformasi 1998.

Pertanyaan diawali dengan bagaimana rasanya hidup di zaman Orde Baru, peristiwa kerusuhan Mei 1998, informasi seperti apa yang dulu mereka konsumsi? Bagaimana sekarang ini informasi ‘apapun bisa diakses’, hingga pertanyaan bagaimana mereka sebagai generasi baru melihat generasi yang dibesarkan di masa pemerintahan Orde Baru?

Semua jawaban mengandalkan kemampuan mengingat temannya agar dapat mengutarakan kembali sebuah fakta atau keadaan menjadi sebuah analisis. Ia juga seakan menuntut suatu jawaban dengan menggunakan informasi yang telah diperoleh sebelumnya. Temannya dihadapkan pada pemecahan masalah sederhana dengan menggunakan pengetahuan yang mereka miliki.

Ary Sendy
Tinggal dan lahir di Jakarta. Dia belajar di Institut Kesenian Jakarta, Fakultas Film dan Televisi, dengan fokus pada bidang studi Fotografi. Dia banyak bekerja menggunakan media foto dan video. Tahun 2006 terlibat dalam proyek fotografi Top Collection 2 bersama sejumlah seniman dari Jakarta dan Yogyakarta. Dia membuat serangkaian foto sesi yang memanipulasi realitas, menawarkan sebuah kenyataan baru, sebuah impersonasi, menjadi siapa pun yang diinginkan, misalnya presiden. Tahun 2009, ia berpameran tunggal dengan tajuk Slimmer di RURU Gallery dengan kurator Ade Darmawan. Karya videonya yang berjudul Happy Our dipamerkan dalam Indonesia ARTS Festival 2014.