The Anabasis of May and Fusako Shigenobu, Masao Adachi and 27 Years Without Images

The Anabasis of May and Fusako Shigenobu, Masao Adachi and 27 Years Without Images

The Anabasis of May and Fusako Shigenobu, Masao Adachi and 27 Years Without Images

66 menit
Video Kanal Tunggal
AS/Prancis, 2011

Film ini mencoba menghadirkan bagaimana kesaksian atas sebuah era penting yang hampir terlupakan dalam politik dan sinema dunia. Berkisah tentang revolusi, lanskap, dan ingatan melalui sebuah pendekatan tentang lanskap yang disebut fukeiron, yang salah satu perintisnya adalah Masao Adachi sendiri. Dengan fukeiron, lanskap disajikan untuk menyingkap struktur bagaimana kekuasaan dengan kekerasan digunakan untuk menopang dan melanggengkan sebuah sistem politik. Bersama tutur Mei dan Masao, serta situasi kota Tokyo dan Beirut yang direkam dengan kamera Super 8mm, film ini menelusuri bagaimana kehidupan sehari-hari orang-orang yang harus menyembunyikan identitas aslinya.

Fusako Shigenobu, pendiri dan pemimpin Japanese Red Army, sebuah faksi sayap kiri internasional, dan Masao Adachi, sutradara kiri yang meninggalkan dunia film komersial, tinggal dalam eksil di Libanon, Beirut, sejak 1970-an. Putri Fusako, Mei, lahir di sana dan baru menginjak Jepang pada usianya yang ke-27, setelah ibunya ditangkap oleh pihak berwenang Jepang pada 2010. Japanese Red Army mendukung Palestina lewat aksi pembajakan dan pengeboman pada 1980-an dan dicap sebagai kelompok teroris.

Eric Baudelaire
Seniman kelahiran Amerika Serikat dan berdomisili di Prancis ini baru saja meraih penghargaan di 12th Sharjah Biennial 2015. Proyek seninya telah ditayangkan di berbagai festival film dan dipresentasikan dalam bentuk instalasi di Biennale Seni Rupa internasional. Eric mengkuratori The 8th Taipei Biennial : The Museum of Ante-Memorials (2012). Menjadi pengajar di sekolah seni dan desain École Nationale Supérieure des Beaux Arts de Lyon dalam rentang waktu 2011-2013. Pada Mei 2015, bersama beberapa seniman yang terlibat di 12th Sharjah Biennial mengeluarkan petisi bersama Gulf Labor sebagai tanggapan peristiwa pelarangan masuknya Ashok Sukumaran dan Walid Raad ke Uni Emirates Arab.