Tiga Karya Seleksi Terbaik

Tiga Karya Seleksi Terbaik

Tiga Karya Seleksi Terbaik

Inilah tiga karya terbaik seleksi Open Submission ORDE BARU OK. Video – Indonesia Media Arts Festival 2015!

 –

Ip-Yuk-Yiu-The-PLASTIC_GARDEN-1170x658

THE PLASTIC GARDEN
Ip Yuk-Yiu (Hong Kong)
11 menit 12 detik
2013

Karya ini membajak sebuah permainan tembak-menembak berjudul Call of Duty: Black Ops (video game yang dirilis tahun 2010) yang menjadikan era Perang Dingin sebagai latar ceritanya. Memotong salah satu skena pada narasi permainan tersebut dengan hanya mengambil suasana sebuah rumah serta pekarangannya. Si seniman melakukan manipulasi adegan: tidak menghadirkan baku tembak sama sekali. Keheningan yang ditonjolkan oleh karya video ini, justru menghujam lebih dalam ingatan kita tentang kecemasan terhadap dampak pertikaian sosial-politik global. Perang, dalam keadaan tertentu, tak lebih menakutkan dibandingkan jeda penantian menjelang keputusan akhir: bagaimana wujud masa depan yang akan kita lalui? Kenyataannya, kegelisahan itu membuncah dalam citra-citra simbolik, salah satunya video game perang, dan hadir sebagai karakteristik budaya kontemporer di era masyarakat bermedia. Dengan The Plastic Garden, seniman ini merangsang indera pemahaman kita tentang masa depan, tentang mimpi buruk kebinasaan massal di masa yang akan datang, dalam rangka mendefinisikan ulang esensi tragis dari kenyataan sosiopolitik modern.

 

Memory-of-an-Inquiry-JPineda3-1170x658

MEMORIAL OF AN INQUIRY
Jan Patrick D. Pineda (Filipina)
Instalasi Video Tiga Kanal
2014

Bermain dengan arsip dalam sebuah karya adalah cara seniman mempertanyakan fakta sejarah. Kadang, mereka memanipulasinya untuk mengeksplorasi dan mengklarifikasi arsip itu sendiri. Idenya adalah merenungkan masa lalu untuk memahami konsep yang belum dipahami secara utuh, bahwa sejarah mengandung informasi atau muatan politik yang melekat dengan bias dan memori manusia. Arsip ini bercerita tentang suku Tasaday. Sebuah hoax di tahun ‘70-an yang merupakan propaganda pemerintah Marcos untuk mengalihkan perhatian masyarakat dari realitas atas persepsi dunia terhadap Filipina saat itu. Arsip ini dipresentasikan dalam serangkaian set rekonstruksi, reinterpretasi, dan pemeriksaan ulang melalui bahasa sinema dalam tiga layar. Arsip dihadirkan ulang dari ruang penyimpanan, memberi kemungkinan kita untuk mengubah pemahaman atas sebuah persoalan. Pertanyaan yang muncul kemudian adalah apakah benar Tasaday sebuah tipuan? Atau gagasan penipuan itu sendiri adalah tipuan? Jadi, di manakah kebenaran? Jawabannya, mungkin terletak di antara fiksi dan fakta yang saling tumpang tindih untuk mendapatkan perhatian.

 

Goran-Image-medium1-1170x658

GORAN
Roberto Santaguida (Kanada)
Video Kanal Tunggal
10 menit 38 detik
2014

Karya yang menguliti pandangan Goran Gostojić—pemuda berkebutuhan khusus yang tinggal di Novi Sad—mengenai nuansa yang menggema di antara kesukacitaan dan keputusasaan, antara ketakutan dan keberanian, antara pemahaman personal dan publik. Film ini merekonstruksi narasi yang dituturkan oleh Goran melalui bidikan kamera yang terasa begitu intim. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh seseorang yang tidak diketahui namanya— dapat kita duga pertanyaan itu berasal dari sudut pandang Roberto Santaguida sebagai pembuat film—membuat kita menyimak cerita Goran tentang keluarga, teman- teman, dan aktivitasnya. Kita memengaruhi kenyataan sebagaimana dunia membentuk pribadi kita; karya ini sebuah investigasi tentang diri dan dunia di sekitar kita. Bidikan kamera yang merekam percakapan yang terkesan menitiktemukan pertentangan dua pengalaman ini—antara Goran dan pemegang kamera—menuntun mata kita untuk menelusuri sebagian segi dari Novi Sad, sebuah kota administratif yang menjadi salah satu pusat aktivitas dan perkembangan industri, keuangan dan budaya di Serbia. Konstruksi naratif dari pengalaman Goran seakan menjadi kunci yang dapat membuka pintu untuk mengamati karakteristik masyarakat komunal. yang masih akan terus berkembang, dalam pola pembangunan, yang sedikit banyak, terbentuk oleh dinamika konflik masa lalu yang memengaruhi keberadaan kota itu hari ini.