Untitled

Untitled

Untitled

Performans multimedia
30’
Indonesia, 2015

Kami akan mengadu suara melalui kaset-kaset berisi suara-suara tidak jelas alias random yang merupakan hasil pilihan dan favorit kami masing-masing. Suara-suara itu kemudian akan diadu, dipadu dan diaduk menjadi satu output suara. Entah akan jadi seperti apa nantinya. Dalam performans nanti, kami pun berusaha untuk berkompromi, satu sama lain. Atas nama sebuah penampilan yang akan ditatap dan disimak banyak orang dalam sebuah kuasa ‘panggung’.”
AstoneA

AstoneA lahir pada saat pemerintah Orde Baru masih berkuasa. Sekelompok anak muda yang dibesarkan oleh tayangan MTV dan industri musik kaset era ’90- an. Berkurangnya uang jajan dari orang tua, harus disiasati dengan memperketat pengeluaran demi membeli kaset dan album rilisan musisi favorit. Situasi politik yang memanas dan krisis moneter yang berkepanjangan di Indonesia, terekam dalam ingatan masa-masa akhir runtuhnya rezim Orde Baru.

Pada perhelatan OK. Video ini, AstoneA bermain dengan ingatan, fantasi, bebunyian, visual, dan juga instuisi mereka sebagai generasi yang besar di masa transisi antara kehadiran dan ketidakhadiran pemerintah Orde Baru.

AstoneA
terbentuk pada 2003 di Fakultas Bahasa & Seni di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Saat itu, AstoneA terdiri atas Andry Moch (Alm.), Muhammad Akbar, Erwin Windu Pranata, & Ori Riantori. Mufti “Amenk” Priyanka, bergabung pada 2004. Posisi Ori Riantori digantikan oleh Deni Gedang Ramdhani pada pertengahan 2006. Album berjudul Memori Kumis Kucing dirilis oleh label Omuniuum pada 2015.